Rayhana08's Blog
Just another WordPress.com weblogartikel pemuda
Selayaknya Pemuda Mengambil Peran
Selalu ada yang menarik jika membicarakan sosok pemuda. Selalu ada semangat yang membara dalam dada pemuda, semangat kebangkitan, semangat berkarya, semangat meraih cita-cita, bahkan semangat meraih cinta.
Melihat napak tilas sejarah Indonesia, kita sepakat mengatakan bahwa pemuda adalah the first group yang menginginkan kemerdekaan tanpa campur tangan sekutu. Namun, seiring bertambahnya usia bumi, semangat para pemuda kian luntur seperti sebuah pakaian yang lusuh dimakan waktu. Bukan hanya semangat tapi juga keinginan untuk berjuang sepertinya sudah tidak ada pada kebanyakan pemuda sekarang. Hanya sedikit yang berusaha mengambil peran.
Ternyata ada benarnya hadits yang menyatakan bahwa bila kita tidak disibukkan oleh kebaikan maka kita akan disibukkan oleh keburukan. Sebagian besar pemuda zaman sekarang telah disibukkan oleh pergaulan bebas, narkoba, aborsi, minum-minuman keras, pembunuhan, perkosaan dan berbagai kenakalan lainnya yang menunjukkan ketidakstabilan jiwa pemuda zaman sekarang yang sangat liar dan memprihatinkan.
Masih ingat dengan Rian, seorang pemuda gay dari sebuah desa yang terlibat skandal dengan membunuh 11 orang pada tahun 2008 yang menjadi headlines news di beberapa media pada waktu itu. Pemuda ini mencerminkan bagaimana pola pemuda abad 21. Kemudian banyaknya belia yang sudah tidak perawan lagi, tingkat aborsi yang tinggi, narkoba yang sudah sampai ke kalangan anak SD dan banyak hal lainnya seharusnya membuat kita semakin sadar bagaimana rusaknya jiwa-jiwa suci mereka.
Namun, Sang Penguasa sungguh adil. Dia menciptakan sebuah tatanan keseimbangan di bumi pertiwi ini, dibalik maraknya pemuda yang membuat menangis ibu pertiwi, ternyata ada pemuda-pemuda berani yang membuat senyum mengembang menghapus tangis.
Seperti intro di atas, Selalu ada semangat yang membara dalam dada pemuda, semangat kebangkitan, semangat berkarya, semangat meraih cita-cita, bahkan semangat meraih cinta. Di Indonesia ini, ternyata para pemuda semakin bergeliat menuju suatu kebangkitan, perubahan dan kemenangan. Di kampus-kampus, mahasiswa sebagai wadah aspirasi bagi mahasiswa lainnya dan masyarakat. Mereka selalu meneriakkan kondisi-kondisi masyarakat kepada pemerintah yang kian jauh dari amanah.
Dalam hal pendidikan, pemuda pun mengambil peran. Seperti kisah nyata dalam buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, kita saksikan bagaimana perjuangan Bu Muslimah mempertahankan Sekolah Dasar Muhammadiyah walau kondisinya sungguh memprihatinan dan jauh dari sebutan layak, dengan bangunan yang hampir roboh dan murid hanya 10 orang.
Selayaknya kita mengambil hikmah di setiap kehidupan orang lain, perjuangan seorang Bu Muslimah sesungguhnya mengajari kita bagaimana hidup untuk orang lain dan mengambil peran utama bak sebuah sandiwara. Seperti anda yang bisa membaca tulisan ini, maka setiap insan-insan muda di tanah air ini selayaknya bisa membaca seperti anda, bisa menulis seperti anda, dengan kata lain bisa menikmati pendidikan seperti anda. Bila ‘daerah’ ini kurang tersentuh oleh pemerintah, selayaknya anda -para pemuda- menguasai ‘daerah’ itu dan mengambil peran penting di dalamnya.
Ada kisah beberapa tahun lalu seorang anak SD meminta uang sebesar Rp 2500,- kepada orang tuanya untuk keperluan sekolahnya, tetapi karena sangat miskin permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi. Reaksi anak tersebut sungguh mengejutkan, akhirnya ia menjemput ajal dengan menggantung diri. Ironi sekali. Bila dibandingkan dengan kita, apalah artinya uang Rp 2500,- itu tapi ternyata tidak bagi orang lain.
Kisah ini mencerminkan bagaimana pendidikan yang sebenarnya di Indonesia. Kita harus mengubah ‘kebenaran’ tersebut menjadi sebuah pendidikan yang benar. Kita perlu belajar dari kenekatan anak tersebut, ada baiknya ditanamkan dalam diri sebuah ‘kenekatan’. Dalam kondisi tertentu ‘kenekatan’ bisa berarti sebuah keberanian. Berani untuk berbuat.
Islam mengajarkan kita untuk berani berbuat, kebaikan tentunya. Seperti tercermin dalam sebuah ayat yaitu berlomba-lombalah dalam kebaikan. Ayat ini menuntut setiap pribadi muslim mengambil sebuah peran mulia dalam amanah mulia untuk sebuah tujuan mulia. Begitu banyak sebenarnya peluang berperan jika memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan.
Bila anda mengatakan bahwa anda adalah orang yang peka terhadap lingkungan, maka jawablah satu pertanyaan sederhana ini, provinsi manakah di Indonesia yang termiskin penduduknya? Jika jawaban anda adalah Irian Jaya, saya ingin mengatakan bahwa anda orang yang beruntung karena anda tahu itu. Satu pertanyaan lagi, sudahkah terpikir oleh anda bagaimana kehidupan mereka disana dan adakah sedikit keinginan dari hati anda untuk menyelamatkan hidup mereka? Saya katakan jika kehidupan anda lebih baik dari mereka maka anda adalah orang yang beruntung. Tetapi keberuntungan tersebut akan menjadi berkah jika diikuti pula oleh keberuntungan mereka semua.
Tentu dari beberapa pertanyaan tersebut hanya anda sendiri yang tahu jawabannya. Itu hanya sedikit renungan bagi kita bersama, anda dan saya tentunya. Baiklah, sekarang tidak usah kita terlalu berpikir jauh karena di dekat kita ternyata banyak sekali yang membutuhkan perhatian.
Jika kita keluar rumah yang pertama kali kita pikirkan adalah bagaimana saya bisa menyelesaikan pekerjaan saya secepatnya hari ini. Jika anda juga berpikir bagaimana saya akan berbuat untuk orang lain di dekat rumah saya, di lingkungan kampus saya atau di lingkungan kerja saya, maka saya sangat salut kepada anda karena anda ternyata juga memikirkan orang lain.
Saya pernah berbincang-bincang dengan seorang yang saya banggakan ketika kami melihat ada beberapa orang bapak-bapak yang main kartu alias judi di sebuah warung dekat rumah saat kami ingin pulang. Saya bertanya kepada teman saya itu bagaimana bagusnya kita menegur beliau karena untuk menegur langsung memang tidak mungkin, ia menjawab sepertinya kita butuh pendekatan dulu (alias kita masuki dulu atau pe-de-ka-te)dan menegur secara tidak langsung atau kita gunakan perantara orang yang dekat dan disegani oleh masyarakat katakanlah ketua RT atau ketua RW.
Walaupun belum sampai pada sebuah tindakan tapi setidaknya kami telah berusaha berpikir apa tindakan yang akan dilakukan. Saya harap setiap diri kita juga memikirkan hal yang sama, saya yakin anda adalah insan yang mulia yang mau memikirkan kehidupan orang lain. Bukankah ada hadist yang berbunyi “Tidak akan sempurna iman seseorang jika ia tidak mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”. So, mari kita perbaharui iman kita dengan mencintai saudara kita dan saya yakin anda tahu apa yang akan dilakukan terhadap orang yang dicintai.
Sedikit mengenai peran yang telah dipersembahkan para pemuda untuk Indonesia. Kita patut bangga kepada pahlawan-pahlawan terdahulu -semoga Allah merahmati beliau- semisal bung Karno sang proklamator, bung Hatta pendiri Koperasi, Ki Hajar Dewantara pendiri Taman Siswa, Tuanku Imam Bonjol dari Sumatera Barat, Buya Hamka dan masih banyak lagi yang tidak mungkin disebutkan satu-persatu. Jauh sedikit di tanah Mesir, jika anda mengenal Asy-Syahid Hasan Al-Banna yang telah memukau dunia, kita akan menemukan pribadi besar yang telah berperan besar untuk dunia, khususnya untuk umat Islam.
Adapun realita pada masa kini, untuk menunjuk seorang tokoh sepertinya sulit karena memang tokoh besar masa sekarang sulit dicari, mungkin tak tampak secara kasat mata. Tapi mengamati keadaan dunia luar, saya yakin suatu saat akan tampak jelas sosok para pembaharu. Bukan tidak mungkin sosok itu adalah salah satunya adalah ANDA. Bersiaplah dengan peran anda!
Ambillah peran yang sesuai dengan anda dalam sandiwara hidup ini. Seorang pakar mengatakan “Jangan berpikir apa yang telah negara berikan untuk saya tapi berpikirlah apa yang dapat saya berikan kepada negara ”.
senyum pada dunia
ini satu kata yang gampang2 sulit diaplikasikan, terkadang mudah terkadang sulit.
why?
dunia. aku tidak akan membiarkan dirimu menghilangkan satu kata itu….
Hello world!
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!